Isu Keracunan Ditepis, SPPG Perawang Barat 6 Klarifikasi Penyaluran MBG di SMPN 10 Tualang

Isu Keracunan Ditepis, SPPG Perawang Barat 6 Klarifikasi Penyaluran MBG di SMPN 10 Tualang

Kedatangan ka.sppg dan staff di SMPN 10 tualaang

Media macansumatra.com, Perawang – Siak, Menanggapi pemberitaan di beberapa media yang tidak sesuai dengan fakta lapangan, Kepala Dapur SPPG Perawang Barat 6, Andy Arief Dalimunthe, S.Kom., mendatangi SMPN 10 Tualang pada Senin (19/10/2026).

​Dalam kunjungan tersebut, Andy hadir bersama Ahli Gizi Grency Hetlin Bella, S.Gz., Akuntan Tasya, serta Asisten Lapangan (Aslap) Debora Stavani Gultom, S.KM.

Tim mendatangi Kepala Sekolah dan Guru Penanggung Jawab (Person in Charge/PIC) SMPN 10 Tualang untuk mengklarifikasi isu penyaluran menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan ini memastikan bahwa penyaluran makanan tetap berjalan dengan baik.

Jenguk siswa yang sakit perut tadi, alhamdulilah tidak ada keluhan🙏

​Sambutan Pihak Sekolah dan Respons Cepat Dapur
​Kepala SMPN 10 Tualang, Candra Harahap, S.Pd., M.Pd., bersama PIC sekolah menyambut hangat kedatangan Tim SPPG Perawang Barat 6. Candra menjelaskan peristiwa mengenai menu pada Kamis (14/10/2026).

​Ia menyebutkan bahwa makanan tersebut tidak busuk, melainkan hanya terasa sedikit pahit. PIC sekolah pun telah mengimbau para siswa untuk tidak memakan menu jika menemukan kelainan rasa.

​Selain itu, PIC segera menginformasikan hal tersebut kepada Aslap Dapur SPPG Perawang Barat 6. Petugas dapur langsung mengganti makanan tersebut dengan menu tempe yang baru. Kepala sekolah sangat mendukung kesigapan tim dapur dalam menangani masalah makanan yang kurang layak.

Candra menegaskan tidak ada siswa yang mengalami keracunan seperti isu yang beredar.

​Penjelasan Soal Isu Susu dan Kepedulian Sosial
​Andy Arief Dalimunthe juga meluruskan isu terkait seorang siswa yang dilaporkan sakit perut usai mengonsumsi susu pada Agustus 2026 lalu.

​Ia menegaskan bahwa siswa tersebut tidak mengalami keracunan susu.

Siswa mengalami sakit perut karena belum sarapan dari rumah. Susu yang dibagikan juga tidak basi atau kadaluarsa. Namun, rasa susu yang agak pahit memicu timbulnya masuk angin pada siswa tersebut.

​Tim dapur SPPG Perawang Barat 6 langsung mengganti susu tersebut dengan yang baru. Selain itu, Kepala SPPG bersama staf mendatangi rumah siswa untuk menjenguk dan mengecek kondisinya.

​Orang tua siswa menyambut baik kedatangan tim dapur.

Pihak SPPG juga mengajak orang tua untuk memeriksakan kondisi anak ke dokter. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi siswa dalam keadaan sehat dan kini sudah beraktivitas sekolah seperti biasa.

​Orang tua siswa tidak mempermasalahkan kejadian tersebut karena terbukti bukan keracunan. Mereka bahkan menyampaikan dukungan penuh terhadap program MBG.

Orang tua murid berpesan agar tim dapur terus menyajikan menu terbaik bagi anak-anak sekolah.
​Komitmen Menjaga Higienitas dan Kualitas Makanan
​Kepala SPPG Perawang Barat 6 menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program Presiden Prabowo Subianto.

Program MBG bertujuan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

​Pihaknya berjanji akan terus memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi siswa di wilayah Tualang.

Penyaluran menu MBG ke depan akan dikelola secara lebih tertata dan higienis.
​Tim dapur akan menyeleksi bahan baku utama secara ketat dari para pemasok (supplier). Pihaknya menolak bekerja sama dengan pemasok yang nakal dan memprioritaskan kualitas bahan segar.

​Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi tim SPPG Perawang Barat 6 untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang. Redaksi juga membuka ruang komunikasi bagi semua pihak demi menjaga keberimbangan berita.

​Sumber: Ronal Munthe
Editor: Amelia Suryani C.ILJ